Rabu, 11 Desember 2024

PENTINGNYA BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR BAGI MAHASISWA DI ERA REVOLUSI 4.0 UNTUK MENUJU INDONESIA MAJU 2045

 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan beraneka ragam suku, budaya, adat istiadat, golongan, hingga bahasanya. Tidak salah lagi kalo Indonesia diberi julukan negara multikultural. Akan tetapi, meskipun memiliki perbedaan yang sungguh luar biasa, tetapi semuanya tetap adalah satu kesatuan yang membentuk Indonesia ini. Seperti semboyan dari bangsa Indonesia yaitu “bhineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu”, ungkapan tersebut diartikan meskipun penghuni di Indonesia ini memiliki banyak perbedaan tetapi semuanya adalah satu. Selain itu, layaknya tertumpah dalam Sumpah Pemuda, pada tanggal 28 Oktober 1928 yang berisi bersumpah satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

Berbicara mengenai bahasa, bahasa merupakan alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa akan lebih mudah dalam menyampaikan ide atau gagasan kepada orang lain, keberhasilan dalam mengungkapkan ide sangat mudah diterima oleh orang yang diajak berkomunikasi. Pemahaman bahasa sebagai fungsi sosial menjadi hal pokok manusia untuk mengadakan interaksi sosial dengan sesamanya. Bahasa bersifat arbitrer yang berarti berubah-ubah dan tidak tetap. Bahasa bersifat arbitrer karena tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Selain itu, bahasa juga bersifat konvensional. Oleh karena itu, bahasa sangat terkait dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Hal ini memungkinkan adanya diferensiasi kosakata antara satu daerah dengan daerah yang lain. Perkembangan bahasa bergantung pada pemakai bahasa itu sendiri. Bahasa terikat secara sosial, dikontruksi, dan direkonstruksi dalam kondisi sosial tertentu daripada tertata menurut hukum yang diatur secara ilmiah dan universal.

Bahasa Indonesia merupakan media komunikasi utama masyarakat Indonesia. Ada saatnya Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua setelah bahasa ibu, karena masyarakat Indonesia berada dalam tataran situasi bilingual atau multilingual. Hal itu juga dipengaruhi oleh perkembangan zaman, dan fenomena berbahasa sesuai usia dan lingkungan pemakainya pada suatu masa tertentu. Pada abad ke-20, para pejuang kemerdekaan Indonesia sudah menyadari pentingnya kebutuhan satu bahasa nasional yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia apabila negara ini ingin merdeka dari penjajahan Belanda, sebagaimana yang dijabarkan sebelumnya pada Sumpah Pemuda 1928.

Pada era revolusi 4.0 ini banyak sekali negara yang sudah berkembang dengan sangat pesat, tak terkecuali ibu pertiwi kita, Indonesia. Perkembangan tersebut dimulai dari segala aspek, mulai dari pendidikan, teknologi informasi, ekonomi, politik, sosial, sampai ke aspek-aspek lainnya. Disamping dari dampak positif yang diberikan oleh perkembangan-perkembangan tersebut, banyak pula dampak-dampak yang buruk dan negatif dari pengaruh globalisasi di era revolusi 4.0 yang masuk ke negara kita ini, seperti beberapa pengaruh yang hingga mampu merubah bahasa keaslian Indonesia. Padahal, pemakaian bahasa Indonesia tidak bisa digunakan secara asal begitu saja. Terdapat aturan dan kaidah yang harus ditaati agar menjadikan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu bahasa Indonesia dapat membantu mengembangkan ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK) di era revolusi 4.0 ini.

Dampak yang terjadi tersebut sangatlah besar akibat perubahan era ini terhadap segala aspek kehidupan ini termasuk aspek bahasa. Perubahan aspek bahasa sendiri dipicu oleh masuknya berbagai bahasa asing di Indonesia melalui kecanggihan teknologi.

Ditambah lagi dengan maraknya global competition sudah terpampang nyata di era globalisasi seperti ini. Hal tersebut yang membuat penguasaan hanya pada satu bahasa saja sulit untuk menembus global competition. Selain itu, negara Indonesia yang merupakan negara berkembang dan masih memerlukan kontribusi dari negara lain terutama negara maju. Maka dari itu “bahasa” merupakan salah satu faktor yang membuat negara Indonesia dapat maju. Setidaknya setiap individu memerlukan penguasaan bahasa asing terutama bahasa inggris yang berperan sebagai bahasa Internasional. Untuk berkomunikasi dengan orang dari negara lain, pastinya orang tersebut memperlukan bahasa asing untuk mempermudah komunikasi. Tidak terkecuali masyarakat Indonesia.

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang telah ditetapkan sebagai bahasa Internasional dan termasuk dalam bahasa asing yang mempunyai peran yang besar bagi Indonesia. Selain sebagai bahasa Internasional, kosakata dari bahasa Inggris juga banyak yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Seperti kata cartoon dalam bahasa Indonesia menjadi kartun; aquarium menjadi akuarium; coupon menjadi kupon; dan masih banyak lagi. Hal tersebut dapat menambah kosakata dalam bahasa Indonesia. Kata-kata serapan dari berbagai bahasa dapat ditemukan pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Selain itu penggunaan bahasa Inggris pada masyarakat Indonesia semakin banyak. Hal ini terjadi karena masyarakat terpengaruh dengan teknologi dan sosial media. Salah satu contohnya adalah banyaknya film berbahasa Inggris yang populer di kalangan masyarakat. Film tersebut mempengaruhi masyarakat untuk menggunakan bahasa Inggris, bahkan ada yang mencampurnya dengan bahasa Indonesia. Ditambah lagi dengan penggunaan bahasa Inggris sampai saat ini masih digunakan sebagai mata pelajaran wajib bagi peserta didik dati taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Bahkan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang di UN-kan. Bahasa Inggris menjadi bahasa yang penting untuk dipelajari karena bahasa Inggris menjadi faktor penentu dalam mencapai kemajuan suatu bangsa.

Tentu saja disatu sisi penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Inggris memberikan pengaruh positif. Namun perlu diketahui bahwa tidak hanya memberi pengaruh positif, keberadaan bahasa asing juga memberikan pengaruh negatif bagi bangsa Indonesia. Seperti yang terjadi belakangan ini, penggunaan bahasa campuran antara bahasa asing dan Indonesia sudah marak digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Lebih mirisnya pencampur adukkan bahasa lebih banyak dilakukan oleh generasi penerus bangsa yang seharusnya lebih menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan PUEBI. Salah satu faktor yang membuat generasi penerus bangsa lebih bangga dengan pencampuran bahasa, karena menganggap bahasa terebut lebih terkesan gaul dan keren ketimbang bahasa asli Indonesia. Hal tersebut jelas mengurangi kekaidahan akan bahasa Indonesia yang menjadi simbol bahasa persatuan karena penggunaannnya yang tidak baik dan benar.

Itulah mengapa penggunaan bahasa Indonesia sering sekali terpengaruh oleh bahasa asing, seperti bahasa Inggris, dan bahkan mungkin mulai tergeserkan karena banyak generasi muda yang lebih menyukai bahasa asing karena dianggap sebagai bahasa kekinian. Maka dari itu disini peran dari bangsa Indonesia, terutama mahasiswa sebagai generasi muda bangsa sangat diharapkan untuk dapat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Caranya adalah dengan memahami bahwa betapa pentingnya untuk menggunakan membudayakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar mulai dari sekarang.

Mahasiswa berperan sebagai Agent of Change karena sudah menjadi kewajiban mereka sebagai generasi muda yang nantinya akan meneruskan bangsa ini untuk mencintai, menjaga, dan membela negara ini disaat negara ini dalam masa sulit. Begitu pula disaat bahasa Indonesia mulai mengalami kemunduran akibat adanya pengaruh dari bahasa asing. Hal tersebut dikarenakan para mahasiswa saat ini yang akan mengambil bagian dan meneruskan negara ini kedepannya. Mereka yang kelak akan menjadi presiden-presiden selanjutnya, menteri-menteri selanjutnya, aparat-aparat negara selanjutnya, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebelum mereka mengambil tugas-tugas besar tersebut, sangat diharapkan para mahasiswa untuk memiliki sikap cinta tanah air dan membela negara, serta integritas yang tinggi dan pikiran yang kritis terhadap suatu permasalahan atau persoalan yang sedang dihadapi Indonesia, termasuk masalah bahasa Indonesia yang mulai meluntur dan tergantikan dengan bahasa asing. Mereka harus menyadari bahwa betapa pentingnya bahasa Indonesia karena merupakan bahasa persatuan nasional yang telah diciptakan oleh para pejuang bangsa ini terdahulu.

Lantas bagaimana caranya seorang mahasiswa untuk dapat menyuarakan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar di era revolusi industri 4.0 ini? Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat mahasiswa lakukan untuk hal tersebut, salah satunya adalah dengan mulai dari diri sendiri yakni mengikuti ajang duta bahasa dari domisili masing-masing. Dengan berperan aktif mengikuti ajang duta bahasa tersebut, itu artinya bahwa kita sudah peduli untuk melestarikan dan bangga terhadap bahasa pesatuan nasional kita, yaitu bahasa Indonesia.

Tidak berhenti disitu saja, cara lain yang dapat kita lakukan juga adalah dengan melakukan dan mengadakan penyuluhan atau sosialisasi, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Mahasiswa dapat memberikan penyuluhan kepada para siswa-siswi maupun masyarakat agar mereka lebih memahami bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangatlah penting terutama di era revolusi 4.0 ini.

Dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang dilakkukan oleh mahasiswa tentunya akan menyokong pertumbuhan negara ini untuk mewujudkan Indonesia maju 2045. Mengapa berbahasa yang baik dapat membantu mewujudkan Indonesia maju 2045? Bahasa menjadi bagian terpenting sebagai pendidikan dasar untuk menyiapkan generasi 2045. Untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, penting bagi dunia pendidikan melakukan perubahan pola pikir. Dengan adanya globalisasi di era revolusi 4.0 yang didukung dengan berbagai peralatan komunikasi mutakhir, tentunya sangat efektif dalam berbagai aktivitas masyarakat dunia, fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana pengembang kepribadian mulai menghadapi tantangan dari berbagai bahasa dunia, terutama bahasa internasional yang digunakan oleh berbagai bangsa. Untuk itu, fungsi mata pelajaran bahasa Indonesia kini dan masa depan, bagi siswa menjadi lebih penting. Dapat kita lihat dijaman sekarang, banyak sekali anak usia dibawah umur yang berbicara tidak senonoh, bahasa yang digunakan tidak baik. Meski begitu, mata kuliah bahasa dan sastra Indonesia ini dianggap subjek yang mudah dan tidak memerlukan banyak penelitian serius, berbeda dengan mata kuliah lain.

Ketika pertama kali mendengar kata mahasiswa, yang terlintas di benak kita adalah generasi muda berpengalaman dengan energi dan semangat positifnya akan mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Indonesia di masa depan. Selain menjadi agent of change, mahasiswa juga berperan menjadi moral force dan guardian of value. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mahasiswa akan menjadi pribadi pelajar yang dapat menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia lainnya. Mahasiswa milenial berperan sebagai guardian of value atau penjaga nilai-nilai kemasyarakatan. Mahasiswa yang menyandang identitas bangsa Indoesia harus mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terdapat dalam tubuh Indonesia, terlebih lagi adalah bahasa yang menjadi identitas negara. Untuk mendongkrak kemajuan kebahasaan demi mewujudkan Indonesia maju 2045 dapat dimulai dari beberapa hal kecil yang dapat dilakukan sebagai seorang mahasiswa.

Para mahasiswa dapat mengadakan berbagai macam perlombaan yang berkaitan dengan kebahasaaan, sehingga para peserta yang berpartisipasi dapat berlomba-lomba untuk menjadi pemenangnya. Hal tersebut secara tidak langsung telah membuat para peserta untuk mencari tahu dan belajar lebih banyak mengenai bagaimana caranya untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka itu artinya para mahasiswa telah sedikit berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia agar tidak tergeserkan dan tergantikan dengan bahasa asing yang mulai merajalela di tanah air kita akibat adanya perkembangan dari globalisasi. Banyak orang mengatakan berbahasa Indonesia yang baik dapat membuat candu. Diharapkan para mahasiswa dapat bekerja sama menyuarakan bahwa penting untuk kita dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Daftar Pustaka:

Murti, Sri. Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi. Prosiding Seminar bulan Bahasa UNIB 2015. hlm:177-184

Nisa, K & Imam Suyitno. 2017. Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Teks Terjemahan Mahasiswa. Jurnal Basindo, 1(1), 2017.

Rahardi, R.K. 2014. Bahasa ‘Indoglish’ Dan ‘Jawanesia’ dan Dampaknya Bagi Pemartabatan Bahasa Indonesia. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra,  26(1), 1-21.

Rahayu, A.P. 2015. Menumbuhkan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar

                 Dalam Pendidikan Dan Pengajaran. Jurnal Paradigma, 2 (1), 2015.

Subiyatningsih, F. 2014. Sikap Bahasa Remaja: Kasus Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Rubrik “Deteksi” Jawa Pos. Jurnal Madah, 7 (2), 147—158.

Wahyuni, D. 2016. Kreativitas Berbahasa Dalam Sastra Anak Indonesia. Jurnal Madah, 7(2), 127—146.

Ade, Regina. 2017. Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045      Melalui Pendidikan Berkualitas. Jurnal Edik Informatika, 72—83.

PENTINGNYA BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR BAGI MAHASISWA DI ERA REVOLUSI 4.0 UNTUK MENUJU INDONESIA MAJU 2045

  Indonesia merupakan negara yang kaya akan beraneka ragam suku, budaya, adat istiadat, golongan, hingga bahasanya. Tidak salah lagi kalo In...